Teknik adalah cara dan dasar adalah dasar. ah apa pula. oh iya, sebelum membaca lebih jauh, sebaiknya jangan diteruskan jika kamu adalah orang yang mudah bosan. karena akan sangat dipastikan bahwa bacaan dibawah ini hanyalah mengenai seseorang yang saat ini sedang saya lihat dan sedang ber-teknik dasar.
Baiklah, akan kita mulai dengan memperkenalkan tokoh utama dari bacaan ini. Namanya udin. Ya udin. Nama yang terlanjur banyak digunakan oleh orang tua untuk menamakan anaknya sampai-sampai dijadiin lagu dan tergolong nge-tren.
Udin adalah anak cimahi yang sekarang sedang menuntut ilmu di salah satu institut terbaik indonesia, Institut Teknologi Bandung. Dari kecil, udin adalah anak yang pendiam dan cuek. Bahkan film telenovela yang sangat menyedihkan pun tak urung membuatnya menangis.
Udin bukanlah orang yang tampan maupun populer. Lagi-lagi dia hanya pemuda biasa yang baik hati dan tidak terlalu pamrih. Masuk ITB bukanlah cita-citanya yang sangat besar, hanya keberuntungan yang menyertai hingga dia bisa dengan indahnya menuntut ilmu di matematika ITB.
Seiring berjalannya waktu, udin semakin dikenal. bukan hanya dari kebaikan hatinya tapi juga karena keahliannya dalam menepak kendang. Tepakannya yang khas dan rasa ingin tahunya yang besar akan kesenian sunda, membawa kariernya semakin melejit. Dimulai dari menjadi kojo di beberapa pementasan, hingga menjadi kandidat kepala bidang pembinaan dan pelatihan.
Udin yang dulu pendiam dan cuek kini berubah menjadi udin yang siap dan mapan. Mapan dalam arti tegas ya.
Dan kini udin sedang megajarkan adik tingkatnya tentang teknik dasar. Teknik dasar tentang menepak, memainkan waditra dan teknik dalam kesabaran yang dia ajarkan secara tidak langsung.
Udin kini mampu berekspresi dan mengutarakan perasaannya dengan bangga tanpa mengurangi sikapnya yang seharusnya. Semakin siap dan mapan udin, maka semakin kuat pula ia menahan dirinya sendiri.
ah ya, sekian cerita tentang udin. agak membosankan, tapi aku tidak berhenti tersenyum ketika menuliskan cerita ini. senyum yang sama setiap kali aku melihat udin.
cerita ini didedikasikan untuk,
Afifudin Ahmad
10109072
you’re welcome :) senang bisa kenal hehe
Walaupun harinya udah lewat (karena kemaren ngga keburu numblr) tapi saya tetap semangat untuk menceritakan balada ini. Dan balada ini saya persembahkan untuk seluruh teman-teman Teknik Industri ITB dengan NIM akhir dan mata kuliah Statistika Industri dengan pak DJ (anggap saja ini adalah nama samaran).
Setiap orang tahu bahwa hari selasa (17 mei 2011) adalah hari libur nasional. Dengan kata lain, hari senin (16 Mei 2011) adalah HARPITNAS (hari kejepit nasional). Agenda di Teknik Industri adalah mengadakan ujian Statin pada hari senin tersebut.
pada hari jumat telah diumumkan dari pemerintah bahwasanya akan diadakan cuti bersama pada hari senin. semua peserta ujian berharap bahwa tidak akan diadakan ujian pada hari tersebut.
ketua kelas kemudian mengambil langkah me-SMS pak DJ untuk memberikan kepastian tentang ujian tersebut. tapi beliau tidak juga memberikan respon. akhirnya, setelah pemikiran yang panjang, ketua kelas menanyakan pada asisten tentang kepastian tersebut. dan bunyi smsnya adalah begini
“Barusan Bapak sms saya, kalo besok dia tidak libur. Jadi defaultnya besok tetap ujian”
setelah sms itu masuk dan dipublikasikan melalui media, semua peserta mengumpat-ngumpat. memang seharusnya diliburkan, karena rektor ITB telah meneluarkan statement bahwa pada hari tersebut tidak boleh ada kegiatan akademik kecuali dengan persetujuan ketua prodi. mengenaan ujian pada hari senin akan dipindahkan menjadi tanggal 24 mei.
umpatan tersebut semakin ganas seiring berjalannya waktu. bahkan, ada satu peserta yang langsung bertanya pada ketua prodi. pada j-3 ujian, belum juga mendapatkan kabar bahwa akan dibatalkan. semua mengumpat (ini bukannya belajar buat ujian malah mengumpat). alasannya, karena tidak ada semangat belajar di hari libur dan semua yakn bahwa akan dibatalkan.
j-2 salah satu peserta sudah berada di kampus dan berada dekat dengan ruangan ujian. peserta tersebut bertanya pada penjaga kunci ruangan dan memang ruangan tersebut sudah di booking untuk ujian statin. padahal satu gedung tersebut KOSONG. benar-benar tidak ada kegiatan akademik.
j-1 semakin banyak hal yang menguatkan bahwa tidak ada ujian. mulai dari tidak ada asisten yang akan mengawasi, TU yang tutup (gimana caranya kumpulin berkas ujian coba?) dan hal-hal lain yang menguatkan.
m-30 beberapa peserta duduk dekat TU teknik industri. saat sedang ‘ASYIK’ belajar, lewatlah segerombolan dosen yang menanyakan sedang belajar apa dengan muka keheranan. finally, datanglah kak AGIL dengan polosnya mengatakan bahwa ujian dibatalkan.
hahahha. M-30 gitu looooh dan baru ada kabar tersebut. umpatan setelah kejadian mulai merajalela di setiap jejaring sosial. baik facebook, twitter ataupun lainnya.
yah, begitulah kisah di hari cuti bersama kemaren. satu dosen menggantungkan setengah angkatan. luar biasa.
pelajarannya, lebih baik percaya rektor daripada dosen. uyeaaahhh :D
semoga cerita ini dapat menjadi kenangan ‘INDAH’nya kuliah di prodi teknik industri. bukan hanya dengan tugas yang menumpuk, tapi juga dengan dosen yang tidak mau kalah oleh mahasiswa.
anonymous, buat tangan kanan yang hilang dan ngga percaya diri
when you meet my father